DAPATKAN KALENDER KEREN DARUSSHOFA EDISI 2013, UNTUK INFORMASI HUBUNGI MUHAJIR AL QADRI 0812 6491 455, LUFTHAN ASSEGAF  0852 7648 4796... KEREN DAN BERWAWASAN...INSYA ALLAH   # INFO JADWAL MAJELIS #
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
 

DOKUMEN KEGIATAN

Horizontal SlideShow Module v1.8 by JT.

IKLAN MAJELIS

Silahkan Klick Yaa

DAFTAR ARTIKEL

article thumbnailARTIKEL ISLAMJawaban Habib Umar BSA,Terhadap Orang-Orang Yang Anti Ziarah,

Jawaban Habib Umar BSA,Terhadap Orang-Orang Yang A [ ... ]


article thumbnailARTIKEL ISLAMILMU RABBANI,ILMU MUHAMMADI DAN ILMU IBLIS

ILMU RABBANI,ILMU MUHAMMADI DAN ILMU IBLIS
"Mungk [ ... ]


Klik Juga Artikel Lain
 
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
123
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
 
Majelis Ta'lim dan Sholawat DARUSSHOFA
Jawaban Habib Umar BSA,Terhadap Orang-Orang Yang Anti Ziarah, PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 20 August 2014 04:20

Jawaban Habib Umar BSA,Terhadap Orang-Orang Yang Anti Ziarah,


Ada seorang anti ziaroh yang bertanya kepada Al-Habib Umar bin Hafidz, menanyakan, “Kenapa ziarah ke maqam Awliya (Para Wali Allah) ? sedangkan mereka tiada memberi kuasa apa-apa dan tempat meminta hanya pada Allah…!!!” Al-Habib Umar bin Hafidz lantas menjawab: “Benar wahai saudaraku, aku juga sama pegangan denganmu bahwa mereka tiada mempunyai kekuasaan apa-apa. Tetapi sedikit perbedaan aku dengan dirimu, karena aku lebih senang menziarahi mereka karena bagiku mereka tetap hidup dalam membangkitkan jiwa yang mati ini kepada cinta Tuhan. Tapi aku juga heran, kenapa engkau tiada melarang aku menziarahi ahli dunia, mereka juga tiada kuasa apa-apa. Malah mematikan hati. Yang hidupnya mereka bagiku seperti mayat yang berjalan. Kediaman mereka adalah pusara yang tiada membangkitkan jiwa pada cinta Tuhan. Kematian dan kehidupan di sisi Allah adalah jiwa. Banyak mereka yang dilihat hidup tapi sebenarnya mati, banyak mereka yang dilihat mati tapi sebenarnya hidup, banyak yang menziarahi pusara terdiri dari orang yang mati sedangkan dalam pusara itulah orang yang hidup. Aku lebih senang menziarahi maqam kekasih Allah dan para syuhada walaupun hanya pusara, tetapi ia mengingatkan aku akan kematian, kerena ia mengingatkan aku bahwa hidup adalah perjuangan, karena aku dapat melihat jiwa mereka ada kuasa cinta yang hebat sehingga mereka dicintai oleh Tuhannya lantaran kebenarannya cinta. Wahai saudaraku, aku ziarah maqam Awliya, karena pada maqam mereka ada cinta, lantaran Cinta Allah pada mereka seluruh tempat persemadian mereka dicintai Allah. Cinta tiada mengalami kematian, ia tetap hidup dan terus hidup dan akan melimpah kepada para pencintanya. Aku berziarah karena sebuah cinta mengambil semangat mereka agar aku dapat mengikut mereka dalam mujahadahku mengangkat tangan di sisi maqam mereka bukan meminta kuasa dari mereka, akan tapi memohon kepada Allah agar aku juga dicintai Allah, sebagaimana mereka dicintai Allah.”

Last Updated on Wednesday, 20 August 2014 04:23
 
ILMU RABBANI,ILMU MUHAMMADI DAN ILMU IBLIS PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 20 August 2014 04:16

ILMU RABBANI,ILMU MUHAMMADI DAN ILMU IBLIS

"Mungkin kita bertanya-tanya, bagaimana bisa seseorang yang terlihat dan merasa dekat dengan agama bertindak kasar? Merasa paling benar? Menuduh orang lain yang tidak sepaham dengannya sebagai ahli bidah,sesat,kafir? Bahkan sebagian lainnya melakukan aksi teror dengan bom? Secara tidak sadar, orang-orang seperti ini justru membuat masyarakat luas mengira bahwa agamalah yang menjadi penyebab. Di sisi lain, masyarakat awam terkecoh dengan penampilan lahiriah mereka yang terkesan saleh.

Bagaimana cara mengenal, tolak ukur iblis? Kalimat: “Aku lebih baik darinya (anâ khairu minhu). Engkau menciptakanku dari api dan menciptakannya dari tanah.” Itulah tolak ukur iblis.
Akan tetapi tolak ukur umat Muhammad saw. adalah bertambahnya Akhlak ,ketenangan, kerendahan hati, kasih sayang, dan meningkatnya kebaikan terhadap makhluk.

Ketika seseorang sampai pada tingkat pengetahuan dan keterikatan dengan agama—misalnya, pengetahuan dengan membaca Quran atau memahami beberapa hukum atau terikat dengan bangun malam dan puasa di siang hari—tanda-tanda kebenaran tentang hal ini bukan dilihat dari penampilan seseorang, tetapi (hasilnya) dilihat dari akhlak dan amalnya.

Tanda dari kebohongan dalam hal ini ialah tidak dimilikinya akhlak dan justru sebaliknya, ketika dia semakin banyak beribadah ia justru semakin sering marah.

Kita lihat beberapa saudara kita—semoga Allah memberi kita dan mereka petunjuk—semakin dia terikat dengan agama, semakin banyak amarah menghiasi wajahnya. Semakin merasa dia terikat dengan agama, semakin kasar ia terhadap orang-orang; semakin memandang hina masyarakat;

Dan semakin kasar dengan anggota keluarganya sendiri yang kurang dekat dengan agama.

Dari mana semua itu datang? Bagaimana bisa perilaku orang yang dekat dengan agama seperti ini? Penyebabnya adalah kurangnya ikatan dan hubungan antara gambaran dalam menjalankan perbuatan agama dan mencari pengetahuan dengan keikhlasan dalam melakukannya; seharusnya ia menyadari interaksi dengan Allah dan menyadari karunia-Nya. Karenanya kita harus—bagi mereka yang mencari belas kasih—merenungi diri sendiri dan mencoba mencari kebenaran di dalam hati kita.

Wahai kalian yang telah Allah rahmati dengan sering datang ke masjid, renungkan mengapa Dia lakukan itu kepada kalian? Bagaimana pandangan kalian terhadap mereka yang sedang di luar masjid?

Kalian akan segera keluar dari masjid begitu pelajaran ini selesai. Kalian mungkin akan menemui beberapa pemuda lain dalam kondisi tidak baik. Seseorang yang mengeraskan volume radio sampai tingkat tertinggi dan menganggu lima sampai sepuluh mobil di sekitarnya; dengan musik keras yang kotor dan mengganggu, tidak peduli, dan meninggikan suaranya dengan cara yang tidak pantas. Bagaimana kalian menanggapinya?

Apakah kalian akan memandanganya dengan rasa kasih sayang dan berkata, “Orang ini belum mendengar apa yang kami dengar. Ya Allah, sebagaimana Engkau memperdengarkan kepada kami, perdengarkan juga kepadanya dan berikan kepadanya keberhasilan.” Jika kalian melewatinya dan dia melihat kalian, kalian senyum dan mengatakan “Assalamualaikum wa rahmatullah wa barakatuh” dan kalian melanjutkan jalan dengan tenang. Menurut kalian, pengaruh apa yang akan membekas di hatinya?

Di sisi lain,
jika kalian meninggalkan pelajaran ini, dan merasa memiliki sedikit ketakwaan, kesalehan dalam diri kalian; kalian sudah belajar banyak, sudah salat berjemaah, dan melihat lelaki seperti itu dan berteriak

“A’udzubillah minasy syaitan! Apa ini?!” dan kalian melihatnya dengan pandangan kasar.
Ini bukan mencari perlindungan Allah dari perbuatan buruk. Ini bukan mencari pertolongan. Bukan begini caranya.

Inilah perbedaan antara ilmu Rabbani, ilmu Muhammadi dengan ilmu iblisi.

_____Habib Ali Al Jufri__________

Wallahu`alam

“Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur

Last Updated on Wednesday, 20 August 2014 04:24
 
 
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
 

RADIO AL HIDAYAH

Admin Darusshofa

Dasril Ariansyah
Lufthan Assegaf

Ustadz Mufty
Muhajir Qodri

Face FanBox or LikeBox


mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini114
mod_vvisit_counterSemalam282
mod_vvisit_counterMinggu Ini636
mod_vvisit_counterMinggu Terakhir1523
mod_vvisit_counterBulan Ini4399
mod_vvisit_counterBulan Terakhir36193
mod_vvisit_counterTotal Kunjungan504691

KIOS MUSLIM

 
Mitra Global CMS Mitra Global CMS Mitra Global CMS
123